Beberapa tahun belakangan banyak sekali para pengusaha yang menjajal bisnis kopi. Seperti munculnya beberapa merek kopi lokal dengan harga terjangkau, antara lain Kopi Kenangan, Kopi Janji Jiwa, Kopi Tuku, Kopi Kulo, Anomali Coffee, dan banyak bisnis kopi kekinian lainnya. Beberapa merek kopi pun menyediakan kemitraan waralaba, sehingga masyarakat luas dapat turut menjajal bisnis ini.

Melihat keadaan itu, Chairman of Executive Board Irvan Helmi Anomali Coffee berpendapat hingga 2020 usaha perkopian masih tetap eksis. “Menurut saya masih eksis banget dong, banyak indikasinya yang mendorong para pengusaha akan tetap membuat usaha kopi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/1/2020). Irfan mengatakan, indikator pertama adalah pangsa pasar masih membutuhkannya. Ia melihat pasar  yang berada di usahanya sendiri yaitu Anomali pertumbuhannya mencapai 8 sampai 9 persen. “Kalaupun tahun ini menurun paling juga enggak jauh-jauh banget yah paling 7 atau 8 persen,” jelasnya.

Kedua, kata Irfan, banyak sumber ilmu yang didapatkan mengenai kopi baik dari cara pengelolaannya, cara penyajian bahkan budidayanya. “Kayak di kita, kita ada buat kurikulum khusus yang diberikan keberapa orang yang nanti kurikulum tersebut bisa di share ke para petani atau ke pengusaha kopi, jadi mereka sedikit besarnya ngerti,” katanya. Irvan menambahkan saat ini Anomali sudah memiliki banyak cabang yang pertumbuhan pendapatannya meningkat seperti di Medan dan Ubud, Bali.

Bahkan rencananya, Anomali akan membuka usaha bukan hanya di kedai kopi melainkan akan menyasar sampai ke supermarket. “Target kita tahun 2020 ini khusus di Jakarta kita mau coba buat kopi kita, kita jual di beberapa Supermarket tapi masih dalam tahap proses dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here